Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

Rabu, 21 Oktober 2015

mading: hidup penuh perjuangan by dwi wulandari

Namaku dwi wulandhariaku duduk di bangku SMA aku ingin berbagi cerita, menjadi orang sukses,sebelum aku bercerita aku ingin bertanya ke kalian.jika suatu saat cita-cita kalian tercapai dan apa yang akan kalian lakukan untuk kedua orang tua kalian?
Aku di sini menangis ketika orang-orang di luar sana yang slalu mandang rendah diriku, mereka selalu bicara bahwa aku gak akan bisa sukses dan bisa membahagiakan orang tuaku
Ya panggil saja dia m.s. rempong, dia selalu berkata di hadapan ku begini “eh, mana bisa kamu sukses,kamu aja kayak gitu” aku pun tertunduk dan dalam hati aku menangis atas ucapan itu.tapi aku nggak mau membalasnya biarlah orang mau berkata apa selagi aku masih hidup dan masih bisa bersekolah aku akan terus berjuang untuk mengajar cita-citaku
Suatu malam aku melihat acara TV aku melihat ada seorang anak dengan keterbatasan fisik dan dia juga seorang anak yang tidak mampu. namun semangatnya sangat luar biasa meskipin dia di cacimaki atas kekurangannya tapi dia tidak berputus asa. Dia berkata.
 “saya memang tak senpurna,tappi saya akan berusaha untuk menutupi kekurangan saya, dan saya akan terus berjuang untuk menggapai kesuksesan untuk kebahagiaan orang-orang yang saya sayangi”
Di situ saya menangis melihat dan mendengar cerita anak itu,akupun dalam hati bertekat bahwa aku juga harus bisa bangkit. Karena roda kehidupan pasti akan berputar.
Keesokan harinya aku pergi untuk sekolah dan aku berpamitan kepada ibuku
“bu, aku sekolah dulu doakan aku agar bisa sukses ya bu, amin”
Ibu ku pun menjawab  “iya, hati-hati di jalan, amin”  aku pun beramgkat dengan wajah semangat, dalam hati aku pun berkata
“ya allah, semoga aku bisa mengejar cita-cita dan bisa membahagiakan kedua orang tua ku, amin”    
    Kesuksesan tidak dating sendiri melainkan dari pengalaman-pengalaman dan cerita orang yang membuat kita bangkit untuk meraih kesuksesan itu.   
15 Oktober 2015

mading: puisi hening by ulfa novianti & taruna candra gunawan

Angin berhembus menusuk tulang
Nuansa hati bercampur lara
Akan teringat sosok yang hilang

Keindahan pun terlupakan
Untuk semua yang hilang
Relung hati yang menyiksa
Itu semuaa terasa lara
Namun cobaan demi cobaan
Di hadapanmu kau lawan
Untuk menggapai sebuah tujuan

19 Oktober 2019

mading: puisi harapanku by masto

Gelapnya malam menusuk kabut

Dini hari,tampak sayup
Setangkup wujud di selimuti halimun hanyut
Punggung gemawan
Membias cahaya rembulan
Di dalam hati, cemas bukan buatan
Melihat hari esok akan ujian
Harapan menggelora yang
Di latakkan di atas deretan kata agung
Berharap tuhan
Memberikan jalan dalam
Menghadapi ujian
Menghadapi ujian
Pikiranku tak dapat kualihkan
Langit adalah kitap terbentang
Lapisan langit membagi menjadi
Halaman-halaman ilmu
 Tak dapatkah semua itu
Menjadi jawaban?
Berharap ujian tak merobohkan
Benteng terakhir semangatku
Mengingat, siapa yang menyerah
Tek dapat tempat di masa depan
Aku sendiri tersedan
Lututku lemas jika melihat ku
Di campakkan di masa akan datang
 19 Oktober 2015

mading: dampak kekeringan by nina kotimah

Rimbo Ulu 13 Oktober 2015 – Sudah beberapa bulan ini di berbagai daerah menghadapi masalah kekeringan.  Hal ini disebabkan karena musim kemarau yang dating lebih lama dari biasanya. Sehingga menyebabkan keringnya sumur maupun rawa-rawa. Warga pun mulai kesulitan mendapatkan air. Selain itu mereka juga harus menghemat air agar bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

Hal yang sama juga dirasakan di SMA N 9 Tebo, air menjadi barang berharga. Air yang tersedia tidak dapat mencukupi kebutuhan ratusan murid. Air hanya ditemukan ketika pagi hari saja. Banyaknya siswa yang menggunakan toilet sehingga katika siang air sudah habis. Yang lebih menyedihkan lagi, bau tak sedap makin menyengat di siang hari.

Bukan itu saja kegiatan sholat dzuhur berjamaah pun tergangu.  Banyak siswa tidak sholat karena tidak ada air untuk berwudhu. Seringkali  para siswa pergi berwudhu di rumah Bapak atau Ibu guru yang dekat sekolah sehingga sholat berjamaah pun bisa dilaksanakan.

Tanaman buah dan bunga-bunga  yang ada di area SMAN 9 Tebo pun menjadi layu karena jarang bahkan tidak pernah disiram. Rumput-rumput yang dulu menghijau kini berubah menjadi kecoklatan. Kegiatan pembelajaran untuk matapelajaran  PLH atau Mulok juga tidak berjalan lancar. Tanah yang keras sudah selesai dicangkul oleh para siswa dengan harapan akan segera turun hujan. Tapi sampai hari ini hujan belum juga turun sehingga bibit pun tidak bisa ditanam. Sehingga para siswa hanya bisa membersihkan lingkungan sekolah untuk mengisi jam PLH atau Mulok.

Selain itu, tak adanya air hujan juga menyebabkan debu yang makin hari makin tebal yang menganggu pernafasan terutama pada jam pulang maupun berangkat sekolah. Para siswa saling mendahului sehingga debu beterbangan dan menyesakkan dada. Padahal sebenarnya disinilah toleransi perlu diterapkan.(nn)

mading: puisi cobaanku by emi efrini

Entah dari mana                                      
Aku harus memulai semua ini
Sulitku percaya
Mengapa cobaan ini
Harus datang menghampiri   
Bibirku bisa begitu cepat mengatakan
Bahwa aku harus kuat
Namun, apalah daya
Hatiku berkata lain
Mengapa hati ini terasa
Tak kuasa melepas kepergianmu, ayah
Dunia ini terasa begitu kejam
Mengapa sosok yang menjadi
Tonggak dalam hidupku pergi
Meninggalkanku dan semuanya ?
Semua ini tak adil bagi ku
Kini hanyalah tinggal kenangan
Indah saat-saat bersamamu,ayah
Hanya doalah yang bisa ku berikan
Untukmu ayah
Kini,aku berusaha menjaga harta
Yang berharga bagimu, ayah
Yaitu ibu, kakak, dan adik
Aku slalu berusaha untuk ada
Di saat dia meneteskan air mata
Aku akan berusaha ada untuk
Menghapus kesedihannya,ayah
Takkanku biarkan kepergianmu
Mengisahkan seribu duka untukku dan semuanya
Terima kasih atas indahnya
Kehidupan yang kau berikan
Dunia terasa sepi tanpamu, ayah

mading: dampak kebakaran hutan

Rimbo Ulu, 12 Oktober 2015 -  Akibat dari kebakaran hutan di Riau dan di rovinsi Jambi menyebabkan desa-desa yang ada  di Kabupaten Tebo seperti Desa Wiroto Agung dan Desa Suka Maju mendapatkan  kirimiman asap yang menganggu aktifitas warga. Selain itu, kabut asap yang berasal dari Riau dan Jambi  ini juga menyebabkan  jarak pandangan terus memburuk akhir-akhir ini. Kondisi ini diperparah dengan debu yang kian menebal. Tentu saja, tebalnya asap dan debu berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat.
Hal ini dibenarkan oleh  Guru SMA N 9 Kabupaten Tebo Sri wahyuningsih, S.Pd.I. saat diwawancarai Kamis(10/9) siang. ‘’Kabut asap yang melanda kabupaten Tebo ini sangat mengganggu segala aktivitas terutama aktivitas di luar ruangan dan tentunya ini berefek juga pada kesehatan manusia.’’
Kabut asap yang kian hari kian menebal di wilayah  Kabupaten Tebo,membuat kegiatan belajar mengajar khususnya untuk tingkat Taman Kanak-kanak (TK)  diliburkan untuk beberapa hari ini. Hal ini dilakukan karena anak-anak ini masih terlalu rentan terkena dampak kabut asap. Dengan diliburkan ini, pemerintah berharap anak-anak dapat mengurangi aktifitas di luar ruangan.
Sedangkan untuk sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) tidak diliburkan, hanya saja pemerintah menghibau agar aktifitas di luar ruangan para siswa menggunakan masker. Sehingga dapat mengurangi dampak asap dan debu, atifitas dan proses belajar mengajar pun dapat berjalan dengan lancar.  
Dampak  dari asap dan debu ini sudah banyak dirasakan oleh warga, baik anak-anak maupun orang tua yang mulai merasa sesak napas (ISPA) dan beberapa penyakit lainnya. Salah satu siswi di SMA N 9 Kab.Tebo, Ika Nirmala,  saat diwawancari kamis (10/9) siang membenarkan hal ini, terlebih lagi ia harus menepuh jarak yang tidak dekat untuk menuju sekolah.’’Pengaruh yang kita rasakan sekarang ini adalah mulai terserang penyakit flu dan batuk’’.
Pihak pemerintah pun tak henti-hentinya menghimbau kepada warganya  untuk saat ini jangan terlalu banyak beraktivitas diluar ruangan dan harus menggunakan masker. Seperti juga yang dikatakan oleh guru di SMA N 9 Kab.Tebo Murliwati Desmin DS,S.pd saat diwawancarai berkata ’’Yang bisa saya lakukan untuk mengurangi asap masuk kehidung  yaitu dengan menggunakan masker dan helm.’’ujarnya.(Tiraparoga@rocketmail.com)

Senin, 19 Oktober 2015

struktur pengurus osis 2015-2016



Kepala Sekolah: Mulyadi, S.Pd
Pembina: Melly Jufrianti, S.Pd
Ketua: Candra Andika
Wakil Ketua: Ulfa Novianti
Sekretaris: Agung Aji Fath Thoni

Bendahara: Emi Efrini
Departemen Keimanan Dan Ketakwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa:
1.      Ulin Nuha
2.      Miflahatul  F.
3.      Yulia Rohmiati
Departemen Budi Pekerti Luhur / Akhlak Mulia:
1.      Tia Tivani
2.       Kurnia Dwi Ananda
3.      Tegus Abdul Salam
Departemen Prestasi Akademik, Seni & Olahraga:
1.      Agung Prasetio
2.      Paramita
3.      Eka Kukuh
Departemen Demokrasi Ham, Pendidikan Politik, Lingkungan Hidup, Kepekaan & Toleransi Sosial:
1.      Masto
2.      Fahrur Rohim
3.      Erika Yulianti
Departemen Komunikasi Dalam Bahasa Asing:
1.      Dwi Astuti
2.      Dina Yuliana
Departemen Teknologi Informasi & Komunikasi        ( Tik ):
1.      Dian Nurani
2.      Feti Dwi Setiani
Departemen Sastra Dan Budaya:
1.      Dewi Sekar
2.      Taruna Candra G.
3.      Gunadi
Departemen Kualitas Jasmani, Kesehatan Dan Gizi:
1.      Sabiliani Sabilah
2.      Indah Yulia V.
3.      Defis Kuncoro
Departemen Kepribadian Unggul, Wawasan Kebangsaan & Bela Negara:
1.      Nur Istiq L. N.
2.      M. Kahfi
3.      Tri Indra Setiawan
Departemen Kreativitas, Keterampilan, & Kewirausahaan:
1.      Mia Marwiyah
2.      Mukti  Wijayadi
3.      Kris Yulaiha