Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu
Tampilkan postingan dengan label karya siswa sma rimbo ulu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karya siswa sma rimbo ulu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 September 2016

lomba cheerleader voley basket dalam hari olah raga

Hari Olah Raga Nasional seyogyanya tanggal 9 september. Namun oleh SMA N 9 Tebo diundur acaranya menjadi tanggal 10 September 2016. Peringatan yang digagas oleh pembina OSIS Bu  Emi Setiasih ini dimeriahkan dengan lomba cheerleader alias pemandu sorak, bola voley dan bola basket.
berikut ini beberapa video penampilan beberapa kelas, kelas lain akan segera menyusul diupload.
 
XII-ipa

 
XII-ips

 XI-bahasa
 XI-ipa
 
XI-ips

 X1
 X3


Terima kasih

lomba cheerleader voley basket dalam hari olah raga

Hari Olah Raga Nasional seyogyanya tanggal 9 september. Namun oleh SMA N 9 Tebo diundur acaranya menjadi tanggal 10 September 2016. Peringatan yang digagas oleh pembina OSIS Bu  Emi Setiasih ini dimeriahkan dengan lomba cheerleader alias pemandu sorak, bola voley dan bola basket.
berikut ini beberapa video penampilan beberapa kelas, kelas lain akan segera menyusul diupload.
 
XII-ipa

 XI-bahasa
 XI-ipa
Terima kasih

Selasa, 15 Desember 2015

mading: puisi terima kasih by taruna candra gunawan

Segala yang kami dapat
Tak pernah kami lupakan
Segala yang kau beri
Tak pernah kau harap imbalan.
Kasih sayangmu yang tulus.
Tek kan pernah terganti
Kau begitu banyak memberi.
Yang tak pernah kami mengerti.
Kau orang tua kedua kami.
Di saat kami berada di sekolah
Kau menegur kami saat salah.
Kau selalu memotivasi kami
Saat kami berada dalam kesuliatan.
Terima kasih … terima kasih….
Kami ucapkan untuk
Barisan para guru

Karya taruna candra gunawan

mading: puisi hukum yang tergadaikan by emi efrini

Sedihnya bila membayangkan dan pilu menyaksikannya
Kebebasan bisa ditukar dengan nilai mata uang
Indonesia seakan menerapkan hukum siapa yang berkuasa dialah penguasa
Dan siapa yang lemah dialah yang akan tersingkirkan
Apakah sebegitu murahnya hak asasi manusia
Sehingga dapat ditukarkan dengan apapun
Kekuasaan telah membutakan mata hati para penguasa
Para penguasa tidak pernah lagi melihat kebawah
Bila ia telah mendapatkan apa yang diinginkannya
Ia telah bangga dengan apa yang telah dicapainya
Dulunya beribu janji manis ia utarakan untuk mendapatkan kekuasaan
Setelahnya bagaikan kacang yang lupa akan kulitnya

karya emi efrini kelas X2

Rabu, 04 November 2015

mading: karikatur sumpah pemuda kahfi fatoni sulistya

Mungkin gambar di bawah ini lebih tepat disebut poster. Namun ini disesuaikan dengan nama rubrik pada majalah dinding yang terbit untuk edisi sumpah pemuda sekaligus bulan bahasa 2015.



Selasa, 03 November 2015

mading: semangat bangsa by masto

Biarpun badan ini harus hancur tertembus peluru
         Biarpun jiwa ini akan hilang meninggalkan badan
                 Namun benteng semangatku takkan terlumpuhkan
                      Walaupun meriam  akan menyerangku
                               Ku kan tetap mempertahankan semangat apiku
                      Lebih baik hidup ini sampai pada titik terakhir
           Daripada melihat bangsaku diperbudak bangsa lain
   Kurelakan hidup ini terlempar terbawa ombak
Untuk menuju pulau yang lebih indah

Rabu, 21 Oktober 2015

mading: puisi pertiwiku by nur endang rahayu

Lihatlah bumi  pertiwiku
Kini tampak sedih
Berduka melihat bumi
Yang semakin menua

Lingkungan kini tak asri lagi
Kala siang terasa panas
 pagi pun tak  sejuk lagi
Tak ada pohon yang menghiasi
Betapa gersang bumi ini

Hutan-hutan yang kau kikis
Pohon-pohon tumbang karena mesin
Simpanan air kian menyusut
Bumi makin gersang
Ia kini rapuh diterpa bencana
Banjir menerjang semua
Kekeringan menghempaskan kehijaun




Kau sendiri yang merusak tanah surgamu
Jangan heran jika tanahmu tak lagi subur
Jangan heran jika lautmu tak lagi indah
Jangan heran jika musimpun tak tentu arah

Kaulah yang merusaknya
Dengan tangan keserakahanmu
Telah kau jadikan alam sebagai pemuas nafsu
Dan kau lupakan anak cucumu

Lihatlah bumi pertiwiku
Tatapannya kosong
Merana melihat bumi
Yang semakin tak bersahabat
(NUR ENDANG RAHAYU / X2)
12 September 2015

mading: puisi menjelang MID by Nur Endang Rahayu

Ujian di depan mata
Persiapan menggema di mana-mana
Melewati ruang dan waktu
Yang penuh irama
Bimbingan belajar terus
Di gemblengkan
Demi dapatkan hasil yang memuaskan


    Waktu terus berputar dan
    Langkah ini terus bergerak
    Demi masa depan yang terang
    Belajar  penuh konsentrasi
    Mendengar penuh penghayatan
    Menghitung penuh dengan kepastian
    Dan menjawab penuh dengan keyakinan


Berjuta usaha kita hadapi
Tuk jalani MID pertama ini
Semoga tuhan meridhoi
Usaha ku ini
 19 Oktober 2015

mading: kucing di sekolah by eka kukuh lestari

Tubuh mematung arah depan
Menatap mahluk putih pucat sepercak hitam
Mengais tong berisi harta
Tuk mencari rasa kenyang
Suara lirih tanda rak kenyang
Selalu meraton mencari makan
Demi lima anak di gudang seberang
Menjerit pekik
Berharap demi berharap
Setetes susu mengalir deras di kerongkongan
Di tengah padang ia berlarian mengejar tikus tuk di lahap
Lima sabit kecil di kaki guna menerkam
Perang pn padang
Kembali ke gudang
Di nanti mahluk mungil
Suara lirih tanda tak tenang
Telah sirna di culik tawa
Berjuang hidup di tengah lapang
Berjuang tubuh di tengah padang
Kucing ku sayang,kucingku malang
Tinggal di gudang sekolah sebrang

mading: hidup penuh perjuangan by dwi wulandari

Namaku dwi wulandhariaku duduk di bangku SMA aku ingin berbagi cerita, menjadi orang sukses,sebelum aku bercerita aku ingin bertanya ke kalian.jika suatu saat cita-cita kalian tercapai dan apa yang akan kalian lakukan untuk kedua orang tua kalian?
Aku di sini menangis ketika orang-orang di luar sana yang slalu mandang rendah diriku, mereka selalu bicara bahwa aku gak akan bisa sukses dan bisa membahagiakan orang tuaku
Ya panggil saja dia m.s. rempong, dia selalu berkata di hadapan ku begini “eh, mana bisa kamu sukses,kamu aja kayak gitu” aku pun tertunduk dan dalam hati aku menangis atas ucapan itu.tapi aku nggak mau membalasnya biarlah orang mau berkata apa selagi aku masih hidup dan masih bisa bersekolah aku akan terus berjuang untuk mengajar cita-citaku
Suatu malam aku melihat acara TV aku melihat ada seorang anak dengan keterbatasan fisik dan dia juga seorang anak yang tidak mampu. namun semangatnya sangat luar biasa meskipin dia di cacimaki atas kekurangannya tapi dia tidak berputus asa. Dia berkata.
 “saya memang tak senpurna,tappi saya akan berusaha untuk menutupi kekurangan saya, dan saya akan terus berjuang untuk menggapai kesuksesan untuk kebahagiaan orang-orang yang saya sayangi”
Di situ saya menangis melihat dan mendengar cerita anak itu,akupun dalam hati bertekat bahwa aku juga harus bisa bangkit. Karena roda kehidupan pasti akan berputar.
Keesokan harinya aku pergi untuk sekolah dan aku berpamitan kepada ibuku
“bu, aku sekolah dulu doakan aku agar bisa sukses ya bu, amin”
Ibu ku pun menjawab  “iya, hati-hati di jalan, amin”  aku pun beramgkat dengan wajah semangat, dalam hati aku pun berkata
“ya allah, semoga aku bisa mengejar cita-cita dan bisa membahagiakan kedua orang tua ku, amin”    
    Kesuksesan tidak dating sendiri melainkan dari pengalaman-pengalaman dan cerita orang yang membuat kita bangkit untuk meraih kesuksesan itu.   
15 Oktober 2015

mading: puisi hening by ulfa novianti & taruna candra gunawan

Angin berhembus menusuk tulang
Nuansa hati bercampur lara
Akan teringat sosok yang hilang

Keindahan pun terlupakan
Untuk semua yang hilang
Relung hati yang menyiksa
Itu semuaa terasa lara
Namun cobaan demi cobaan
Di hadapanmu kau lawan
Untuk menggapai sebuah tujuan

19 Oktober 2019

mading: puisi harapanku by masto

Gelapnya malam menusuk kabut

Dini hari,tampak sayup
Setangkup wujud di selimuti halimun hanyut
Punggung gemawan
Membias cahaya rembulan
Di dalam hati, cemas bukan buatan
Melihat hari esok akan ujian
Harapan menggelora yang
Di latakkan di atas deretan kata agung
Berharap tuhan
Memberikan jalan dalam
Menghadapi ujian
Menghadapi ujian
Pikiranku tak dapat kualihkan
Langit adalah kitap terbentang
Lapisan langit membagi menjadi
Halaman-halaman ilmu
 Tak dapatkah semua itu
Menjadi jawaban?
Berharap ujian tak merobohkan
Benteng terakhir semangatku
Mengingat, siapa yang menyerah
Tek dapat tempat di masa depan
Aku sendiri tersedan
Lututku lemas jika melihat ku
Di campakkan di masa akan datang
 19 Oktober 2015