Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu
Tampilkan postingan dengan label puisi hari guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi hari guru. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Desember 2015

mading: puisi terima kasih by taruna candra gunawan

Segala yang kami dapat
Tak pernah kami lupakan
Segala yang kau beri
Tak pernah kau harap imbalan.
Kasih sayangmu yang tulus.
Tek kan pernah terganti
Kau begitu banyak memberi.
Yang tak pernah kami mengerti.
Kau orang tua kedua kami.
Di saat kami berada di sekolah
Kau menegur kami saat salah.
Kau selalu memotivasi kami
Saat kami berada dalam kesuliatan.
Terima kasih … terima kasih….
Kami ucapkan untuk
Barisan para guru

Karya taruna candra gunawan

mading: puisi terima kasih guruku by nur endang rahayu

Guru…
Jasamu sangatlah mulia.
Kau mengajar dan membimbingku.
Dengan tulus dan sabar.
Kau ajariku tentang arti kehidupan.
Ajariku tentang pengetahuan.
Ajraiku tentang arti berwawasan.

Guru…
Tak pernah kau meminta imbalan.
Atas waktumu yang tersita.
Tak pernah kau menyesal.
Karena membagi ilmu yang kau punya.
Tetapi rasa bahagia yang hadir.
Setelah melihat kami bias.

Guru…
Engkau adalah lenteraku.
Dalam kegelapan.
Engkaulah embun penyejukku.
Dalam kekeringan.
Dan engkaulah penutnunku
dalam kebutaan.
Terima kasih guru.
Engkaulah pahlwanku.

Karya: Nur Ending Rahayu

mading: puisi setitik cahaya by hizkia dan masto

Saat ku tak tahu apa-apa.
Saat diriku terpuruk tenggelam.
Saat aku masih belum tahu isi dunia luar.
Aku sadar, aku tidak bias berbuat apa-apa tanpamu.

Saat kegelapan masih menyelimuti hatiku.
Engkau membeikan cahaya secara berlahan-lahan.
Hingga cahaya itu dapat menembus.
Dalamnya lautan.

Selalu engkau simpan kepedihanmu.
Melihat buruknya kelakuanku.
Senyumu, yang berbinar saat melihatku.
Menutup semua kepadihan itu.

Nominal bukanlah tujuanmu.
Kesuksesan adalah harapanmu.

Oleh: hizkia dan masto

mading: puisi dedikasi seorang guru by alif, dwi karno, emi



Guru….
Kau bagaikan embun di pagi hari.
Yang selalu menyejukkan kalbuku.
Kau bagaikana mentari di pagi hari.
Yang selalu menerangib dan menghangati.

Jasamu tak kan bisa ditukar atau
dinilaikan dengan mata uang
tak pernah kau bosan mengajariku.
Dari mulai aku buta akan semua.
Sampai aku mengenal akan semuanya.
Dan kini aku telah semua berkat didikanmu.

Dimulai dari goresan tinta.
Di atas kertas putih.
Belaianmu selembut sutera.
Kasih sayangmu selalu kau berikan padaku.

Ajari aku akan keteguhan hatimu.
Yang begitu kuat.
Oh guru….
Sungguh jasamu begitu mulia.
Semua itu telah terukir indah.
Di dalam benakku.

Oleh: Alif, Dwi Karno, Emi